CARA MENYETEL KLEP MOTOR



Tujuan menyetel klep :
Penyetelan celah katup adalah mutlak harus dilakukan terhadap sepeda motor. Dimaksudkan untuk mempertahankan celah (clearance) antara ujung batang katup dengan ujung baut penyetel katup agar tetap sesuai standar. Tujuannya untuk diperoleh unjuk kerja mesin yang optimal.

Persiapan Alat yang digunakan:

1. Obeng (+) besar dan (+) sedang

2. Obeng (-) Besar

3. Kunci ´T´ (sok 17mm)

4. Kunci ring 89 mm

5. Kunci tapet klep (´L´ klep)

6 filler (bilah ukur)

Langkah kerja :

1. Lepaskan sekrup cover tengah dan tebeng sayap dengan menggunakan obeng (+) sesuai ukuran sekrup.

2. Buka tutup pengetopan di blok magnet (beralur obeng (-) minus besar), yang besar dan kecil.

3. Buka tutup klep ( klep IN (atas) dan klep EX (bawah)) yang ada di kepala silinder yang berkepala kunci ring 8 mm.

4. Cari tanda *T*dengan cara memutarkan poros engkol menggunakan kunci sok T 17mm searah jarum jam sampai didapat tanda ´T´ di magnet lurus dengan tanda penyesuaian di blok magnet.

5. Pastikan kedua klep dalam posisi bebas goyang).

6. Lakukan pengukuran celah klep dengan memasukan filler diantara celah katup dan baut penyetel

7. Apabila filler masuk ke celah tersebut, dan puller didorong kearah depan tidak bisa, tapi saat ditarik bisa tanpa meninggalkan bekas goresan di filler berarti celah klep bagus (standar)

8. Apabila point 7 tidak terjadi, lakukukan langkah berikut :

» longgarkan sedikit mur penyetel klep dengan kunci ring 9 mm sambil menahan baut penyetel klep dengan kunci ’ L ’ stelan klep.

» Masukan puller ke celah klep dan stel dengan memutar stelan klep untuk mendapatkan celah klep yang sesuai dengan ketentuan apabila puller didorong tidak bisa tapi apabila ditarik puller bisa bergeser tanpa meninggalkan bekas di puller.

» Setelah didapat celah standar, tahan baut penyetel klep lalu kencangkan mur pengikat klep dengan kunci ring 9 mm.

» Cek kembali celah klepnya untuk memastikan bahwa klep telah distel dengan baik.

» Setelah didapat penyetelan yang tepat tutup kembali klep dan pastikan pengencangan bautnya benar.

» Pasang kembali cover body kebalikan urutan dari pembongkaran.

Semoga informasi ini membantu anda mengetahui cara penyetelan klep yang sesuai dengan standar kerja pabrikan.

1. Pemeriksaan kepala silinder
a. Bersihkan kerak karbon yang ada di ruang bakar dan buang
dengan sikat halus atau motor motor bor
b. Periksa ketirusan lubang, Perbaiki dan ganti drat yang rusak atau stnd patah
c. Periksa kelengkungan kop silinder dengan menempatkan baja pada permukaannya.
d. Ukur celah antara penggaris dan permukaan kop silinder feeler gauge, seperti pada gambar.
Kelengkungan 0,05 mm maksimum.
e. Bila kelengkungan melebihi spesifikasi, bubut permukaan silinder.
f. Pastikan pipa air tidak tersumbat.

2. Pemeriksaan manifold
a Periksa melengkung atau tidaknya permukaan manifold isap dan
buang.
b.Tempatkan saluran pada permukaan pelat rata. Ukur celah antara
saluran dan permukaan pelat dengan celer gauge. Kelengkungan ·
0,1 mm maksimum
c. Bila kelengkungan melebihi spesifikasi, bubut/gerindalah terse-
but hingga rata kembali.

3. Pemeriksaan pegas katup
a. Periksa keadaan pegas.
b. Ukur panjang bebas pegas.

4. Pemeriksaan katup
a Bersihkan kerak karbon pada klep.
b.Periksa keadaan katup dengan melihatnya dari kemungkinan
permukaan yang tidak rata, retak, atau rusak bakar. Bila hal ini
ada, ganti dengan yang baru
c.Ganti katup bila aus, gepres, berkarat, dan tidak bisa dibersihkan
atau diperbaiki permukammya (scuur).
dUkur diameter batang katup pada dua atau tiga tempat di sepanjang batang
katupnya dengan
mikrometer. Ganti katup bila tingkat keausannya melebihi batas spesifikasi.

5. Memeriksa celah batang katup
a. Pasang katup pada bosnya.
b. Ukur celahnya dengan dial indicator sambil menggerak-gerakan
batang katup ke depan dan ke belakang.
c. Bila celah melebihi spesifikasi, ganti bos katup dan katupnya.

6. Penggantian bos katup
a. Tap bos katup lama keluar, dengan SST dan palu.
b. Tap bos katup baru masuk dengan SST hingga ring pada bos katup.
Catatan :
- Bos katup isap dan katup buang berbeda
- Gunakan bos klep buang sebagai pengganti kedua bekatup isap buan
c. Pasang seal katup pada bosnya dcngan SST.

7. Merapikan permukaan kutup dan dudukun
a.Perbaiki permukaan sehingga permukaan katup isap maupun
buang membentuk sudut 45 derajat
b.Untuk membersihkan permukaan katup, buanglah Iogam sedikit mungkin
(seperlunya saja).
Bila pinggir klep kurang dari 1,0 mm
setelah diskir, gantilah katup.
Periksa bagian yang bersentuhan pada setiap dudukan katup. Bila kasar atau
rusak perbaiki
dudukan katup dengan pisau dudukan klep. Sudut dudukan katup isap dan buang,
yaitu 45
derajat
d.Oleskan prussian biru pada prrmukaan katup.
e.Periksa dudukan katup dengan menekan klep pada dudukannya.
Bila wama biru tidak tampak di sekeliling 360° permukaan katup, gantilah katup.
f. Periksa lekukan pada dudukan katup dengan mengukur bagian
batang katup yang menonjol ke atas (ukuran L, ukuran ini harus sesuai spesifikasi).

8. Memeriksa celah tuas katup dun porosnya

a. Ukur dan hitunglah celah antara lubang tuas katup dan porosnya.
Celah maksimum 0,10 mm.
b. Ganti tuas klep berikut porosnya bila celahnya melebihi spesifikasi.

9. Memeriksa blok silinder
a. Periksa blok silinder atau perbaiki/ganti bilamana perlu.
1) Rusak karcna bocor.
2) Retak.
3) Dinding silinder tergores.
b Ukuran tingkat kelengkungan blok silinder bagian atas. Kelengkungan maksimum
0,10 mm.
c. Bila kelengkungan melebihi spesifikasi, perbaiki dengan bubut atau ganti biok silinder
denganyang baru.
d.Ukur dinding lubang silinder sesuai arah X dan Y pada YV
tingkatan (A, B, dan C) untuk setiap silinder.
Perhatian:
- Ukuran lubang silinder harus berdasarkan ukuran piston oversize dan sama untuk
seluruh silinder
- Bila lubang silinder melebihi srandard maksimum, bor ulung silinde rjadi oversize.
- Bila perbedaan antara pengukuran A dan melebihi ketirusan maksimum, bor ulang
silinde rjadioversize. Taper 0,019 mm maksimum.
- Bila perbedaan X dan Y melebihi ketidak bulatan maksimum bor ulang silinder ke
oversize.
Ketidakbulatan maksimum 0,019 mm
e. Bila bagian atas dinding silinder menunjukkan keausan tidak waj ar, copot lapisan
tersebutdengan reamer.

10. Mesin piston
Perhatian:
Ban piston diganti, ring piston juga harus diganti.
a.Periksa seluruh lingkar luar piston dari karat. Gantilah bila perlu
b.Ukur diameter luar setiap piston pada sudut pengukuran tegak
lurus (siku) (90°) dari posisi pasak piston, dengan jarak 18mm di
bawah alur ring piston bawah. Lihat spesifikasi diameter
mobil bersangkutan.
c.Ukur celah antara piston dan silinder. Bila celah melebihi batas
maksimum, ganti piston dan bor ulang silinder. Setelah
pasang piston oversize. Celah maksimum 0,10 mm.

11. Memeriksa celah piston dan ring piston
Ukur celah antara ring piston dan dudukan ring pada piston
bagian atas/bawah secara melingkar dengan ring piston ban.
Ukuran maksimum celah (paling atas dan kedua) 0,10 mm.
Bila celah melebihi batas maksimum, ganti piston.
Periksa kerusakan, keausan ring piston yang tidak normal atau
patah. Ganti ring piston bila perlu.
Masukkan ring piston ke dalam silinder dan gunakan piston
untuk mendorongnya hingga ke gerakan paling bawah ring.
Ukur jarak ujung ring piston dengan feeler gauge. Ganti ring
piston bila perlu. Celah maksimum 170 mm.

12. Memeriksa pasak piston
a.Ukur diameter lubang pasak pada piston pada empat tempat
dengan arah pengukuran X dan Y (menyilang).
b.Ukur diameter piston dengan arab X dan Y pada empat tempat
cHitung celah antara pasak piston ke piston. Spesifikasi
celah 0,000 — 0,024 mm. _
d.Bila celah melebihi spesifikasi, ganti piston dan/atau pasaknya.

13. Memeriksa batang piston
a.Ukur lubang ujung kecil (lubang untuk pin piston) batang piston
b.Hitung kelonggaran antara Iubang ujung batang piston dan pin
piston. Spesifikasi celah 0,015 — 0,040 mm. V
c.Bila kelonggaran melebihi spesifikasi, ganti batang pistonda atau
pasaknya.

14. Memeriksa bearing (bantalan) batang piston
a.Periksa bearing dari kerusakan, keausan, goresan atau oblak.
Ganti bila perlu. Bearing undersize 0,25 mm; 0,50 mm; 0,75 mm.
Perhatian:
Dua bagian bearing penggantiannya harus bersamaan.
b.Bersihkan kotoran dan oli dari crankpin dan bearing
c.Pasang metal duduk (main bearing) atas dan metal bulan (thrust
bearing).
d.Pasang poros engkol pada blok silinder.
e Pasangkan plastik pengukur (plastic gauge) di atas crankpin pada
arah sesumbu (aksial).
f. Pasang metal duduk bawah dan tutupnya sesual dengan jumlahnya.
g Kencangkan baut tutup metal duduk dua atau tiga tahap scsuai dengan urutan nomor pada
gambar.

15. Memeriksa poros engkol
a. Letakkan poros engkol pada blok V
b. Ukur tonjolan poros engkol di tengah-tengah jurnal.
c. Ganti poros bila perlu, Tonjolan 0,033 mm maksimum.

16. Memeriksa metal duduk (main bearing)
Periksa metal duduk dari goresan dan cacat lainnya. Ganti bila perlu.
Perhatian:
Kedua belahan metal harus diganti bersamaan, Metal duduk bawah
ukuran 0,2 mm; 0, 50 mm; dan O, 75 mm.

17. Memeriksa celah metal duduk
Ukur celah 0li metal duduk seperti mengukur metal jalan pada piston. Celah oli
0,023 - 0,042 mm, maksimum 0,08 mm
21. Memeriksa speling (kelonggaran) poros engkol
Periksa speling dengan dial indicator atau feeler gauge. Speling
kelonggaran 0,10 —- 0,15 mm; maksimum 0,08 mm; dan thrust washers
oversize 0,25 mm; 0,50mm; 0,75 mm.

18. Memeriksa poros (camshaft)
a. Periksa keadaan poros kam dari keausan daa goresan.
b. Ukur diameter jual (depan, tengah, belakang) apakah masih sesuai spesifikasi?
c. Ukur diameter cuping pada poros kam, apakah masih sesuai spesifikasi?

19. Memeriksa celah oli poros kam
a.Hitung celah oli antara poros kam dan kepala silinder celah
maksimum 0,15 mm.
b.Ukur kebenjolan poros kam dengan dial indikator. Ganti bila
sudah melebihi kebenjolan maksimum. Kebenjolan maksimum 0,03 mm
c.Ukur celah antara sproket poros kam dan thrust plate dengari
feeler gauge. Ukuran celah 0,02 — 0,18 mm.

20. Memeriksa rantai timing dan rangkaiannya
a. Periksa setiap mata rantai dan sambungannya dari kemungkinan putus atau
kerusakan-kerusakanlainnya.
b. Periksa keretakan, keausan atau kerusakan pada gigi-gigi sprokot.
c. Ganti bila perlu.
d. Periksa keausan dan kerusakan lain pada tensioner dan peredam
getaran rantai.
e. Ganti bila perlu.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates